menu Home chevron_right
NewsUncategorized

TRADISI UNIK SAAT BULAN RAMADHAN DI BERBAGAI NEGARA

Anisa Salsabila | 30/03/2024

Setiap negara memiliki cara tersendiri untuk menyambut Ramadhan dan setiap negara pasti memiliki sajian khas untuk memeriahkan bulan Ramadhan.

Penasaran dengan tradisi unik saat Ramadhan di negara lain? Artikel tradisi unik saat Ramadhan di berbagai negara ini akan mengobati rasa penasaran Lovers.

  • Qatar

Salah satu tradisi di Qatar yang masih berjalan hingga saat ini adalah Festival Garangaou. Festival yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Ramadhan ini berlangsung setelah berbuka puasa dan shalat Maghrib.

Anak laki-laki dan anak perempuan masih menjadi ikon pada Festival Garangaou.Para anak laki-laki mengenakan baju Arab dengan rompi berwarna merah dihiasi sulaman emas, sedangkan anak perempuan akan menggunakan pakaian tradisional.

Pakaian anak perempuan yang disebut disdaashas terlihat lebih menggemaskan karena warnanya cerah ditambah dengan ikat kepala (bukhnig).

Namun, ada pula yang mengenakan hijab berwarna hitam transparan dengan hiasan benang emas.

  • Rusia

Rusia merupakan negara yang menjalankan puasa dengan durasi terlama yaitu 17 jam dalam sehari. Namun kehangatan dan kemeriahan bulan ramadhan di Rusia masih dapat dirasakan dengan tradisi berbuka bersama antar umat muslim di Moscow.

Jika menu berbuka biasanya disediakan kurma maka Rusia memiliki menu yang cukup khas yaitu roti dari tepung berisi aneka masakan. Penyebutan nama roti didasarkan pada isiannya. Jika roti tersebut berisi labu atau keju, maka roti tersebut akan dinamakan khingalsh. Jika roti tersebut berisi gandum, maka orang-orang akan menyebutnya galnash. Rusia juga menyediakan kvass, semacam minuman tradisional Rusia non-alkohol yang berasal dari proses fermentasi, kemudian diberi perasa buah.

  • Mesir

Tradisi unik Ramadhan yang terdapat di Mesir cukup unik. Kalau Lovers datang pada bulan Ramadhan, Lovers akan menjumpai masyarakat muslim memasang berbagai lampu tradisional (lampu fanus) di depan rumah.

Tradisi ini senantiasa dilakukan sebagai salah satu cara untuk menyambut bulan Ramadhan. Sejak zaman Dinasti Fattimiyah, masyarakat muslim Mesir sudah melakannya dan masih tetap berlangsung hingga saat ini.

Dulunya, alasan muslim Mesir memasang lampu fanus adalah untuk menyambut kedatangan pasukan raja Mesir yang datang menjelang Ramadhan.

Bagaimana dengan hidangan khas Mesir ketika Ramadhan?

Lovers bisa banget mencicipi kunafa, sejenis makanan pencuci mulut khas Mesir, yang rasanya manis dan lezat.

  • Jepang

Tradisi unik Ramadhan tidak hanya berlangsung di negara Islam saja. Di Jepang, umat muslim yang menjalani bulan Ramadhan akan berkumpul dan saling berbagi.

Mereka mejadikan Japan Islamic Center sebagai pusat berkumpul karena ukurannya yang luas dan kapasitasnya besar, sehingga mampu menampung banyak orang.

Para umat muslim akan langsung membentuk kepanitiaan khusus yang bertugas merencanakan kegiatan Ramadhan.

Kalau Lovers berada di Jepang, Lovers bisa mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan, seperti majelis taklim, dialog keagamaan, shalat tarawih berjamaah, hingga proyek menerbitkan buku.

Jangan khawatir dengan jadwal buka puasa selama di Jepang. Lovers bisa mendapatkan jadwal buka puasa akurat dari selebaran yang ada di masjid.

Terkadang, umat muslim juga akan membagikan jadwal puasa ke rumah-rumah serta restaurant halal.

  • Jerman

Menikmati bulan Ramadhan di Eropa bisa menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Lovers bisa mencobanya dengan mengunjungi Jerman.

Sebelum menjalani puasa, para lansia dan anak-anak bisa memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa mereka mampu menjalani puasa.

Umat Islam yang tinggal di Jerman mayoritas berasal dari Turki, sehingga Lovers tidak perlu khawatir dengan nuansa Ramadhan di negeri ini.

Jika Ramadhan tiba, jangan sungkan untuk mengikuti tradisi unik berupa minum suus (minuman dengan bahan baku gula hitam).

Ada pula minuman dschellab (minuman dari gula dan sirup kurma) serta qamruddin (jus apricot).

Untuk makanan berbuka puasa, Lovers bisa menikmati qata’ef semacam kue kering yang direndam sirup gula serta kalladsch atau adonan pilo berisi kacang-kacangan.

  • Turki

Turki merupakan salah satu negara muslim yang terkenal di penjuru dunia. Berkat budaya yang diwariskan oleh Kekaisaran Ottoman, budaya Turki sangat kental dengan budaya Islam. Tak heran jika banyak sekali tradisi bulan Ramadan yang unik dan masih dilakukan hingga hari ini, salah satunya adalah cara membangunkan orang untuk sahur.

Sejumlah penabuh drum dengan pakaian tradisional Ottoman, termasuk vest dan rompi yang dihiasi motif tradisional akan berbaris di jalanan sebelum sahur di mulai. Kemudian, mereka akan memukul gendang agar orang-orang terbangun untuk sahur.
Tradisi satu ini sudah dilakukan sejak zaman Kekaisaran Ottoman. Sebab, pada masa itu, belum ada jam beker yang bisa membantu orang untuk bangun.

  • Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab memiliki sebuah tradisi Ramadhan yang bernama Haq Al Laila. Haq Al Laila sendiri telah menjadi salah satu tradisi yang paling religius di UEA. Tradisi ini dilakukan dengan cara anak-anak keluar ke jalan dengan berpakaian ceria.

Mereka berjalan di sekitar area sambil menyanyikan lagu, mengumpulkan permen dan melantunkan “Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum,” yang berarti “berikan kepada kami maka Allah akan membalas Anda, dan membantu Anda mengunjungi Makkah.” Selain itu, UEA juga memiliki tradisi lain berupa penembakan Meriam Ramadhan di UEA, untuk menandai waktu sahur dan buka puasa setiap hari.

Nah itu informasi tradisi unik saat Ramadhan di berbagai negara.

Unik dan khas banget kan, Lovers? Kira-kira apa nih tradisi keluarga Lovers pas Ramadhan?

Written by Anisa Salsabila

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply







Obtai Radio

Obrolan Santai Menginspirasi #obtairadio.

Country:

Indonesia

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE